Home » Artikel » Penggiring Gajah

Penggiring Gajah

Tim Pengaman Flora Fauna (TPFF) Karang Ampar-Bergang, Aceh Tengah. © WWF-Indonesia

Oleh: Chik Rini

Menjelang magrib awal September, Muslim mendapat panggilan telepon dari Reje (Kepala Desa) Karang Ampar. Satu ekor gajah masuk ke sawah di Dusun Pantan Jerik memakan padi yang mulai menguning. Sebagai Ketua Pengaman Flora Fauna (TPFF) Karang Ampar-Bergang, Muslim segera menghubungi beberapa orang timnya untuk siap berangkat, dia juga menghubungi beberapa orangtua kampung yang berpengalaman menggiring gajah. Mereka harus segera mengeluarkan gajah dari kampung.

Malam mini ada sekitar 15 orang bergerak menggiring gajah ke seberang sungai Bersah di dekat hutan. Mereka membawa mercon, meriam spirtus, senter. Berteriak “Surut Abang Kol” agar gajah menjauh dari mereka. Butuh 6 jam jalan kaki mengarahkan jalan keluar gajah. Mereka lelah luar biasa. Karena jalan tak rata masuk ke semak dan terkadang terjatuh.

Tugas malam itu selesai. Tapi dua hari kemudian rombongan gajah yang lebih banyak jumlahnya dilaporkan masuk  ke desa dari arah yang berbeda. “Untuk sementara kami belum menggiring gajah yang lebih ramai itu keluar, karena itu tidak gampang,” kata Muslim.

TPFF kemudian mulai melakukan patroli pengamanan untuk mengontrol pergerakan gajah. Selama kelompok gajah itu masih berada di kawasan hutan muda dekat desa mereka tidak melakukan penggiringan.

Baca Selengkapnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*