Templates by BIGtheme NET
Home » Activity » WWF Gelar Sosialisasi Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Lindung Keumuning Kota Langsa

WWF Gelar Sosialisasi Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Lindung Keumuning Kota Langsa

Acehlandscape.com ,LANGSA – Organisasi World Wide Fund (WWF) Indonesia mengelar acara sosialisasi tentang Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Lindung Keumuning Kota Langsa, acara tersebut belangsung sukses dilaksanakan di Aula Kantor Camat Langsa Baro, Rabu pagi kemarin (15/8).

Hadir pada acara Sosialisasi itu undangan dari tiga gampong yaitu gampong Lengkong, Pondok Kelapa, dan Sukajadi Makmur yang masing-masingnya 7 orang dari setiap gampong terdiri dari geuchik, tuha Peut, dan unsur terkait desa lainnya. Sementara dari unsur muspika hadir Babinkamtibmas, dan Babinsa dari Polsek dan Koramil Langsa Barat.

Sementara itu bertindak sebagai nara sumber asisten III Pemko Langsa dalam hal ini diwakilkan Kabag Pemerintahan Khairul, Darmi,S.Hut,MT dari kantor KPH wilayah III Aceh, Hendra Rosi dari Sat Tipiter Polres Langsa, Ibu Laila dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Propinsi Aceh, dan Azhar dari WWF Indonesia Northern Sumatra Program.

Pada kesempatan itu dalam materinya Kabag Pemerintahan Pemko Langsa mewakili asisten III Khairul menjelaskan, Langsa ini memiliki hutan, oleh sebab itu harus kita jaga dan kita lindungi agar tidak rusak, kawasan lindung Keumuning, tambah dia lagi, adalah hutan terbesar Kota Langsa yang harus kita pertahankan  kelestariannya, hutan tempat hidupnya berbagai macam hewan dan berfungsi sebagai penyangga air.

Oleh karena itu mari tumbuhkan kesadaran dari diri kita masing-masing untuk mengembalikan fungsi hutan Kemuneng Kota Langsa kepada aslinya, sebut Khairul seraya ia lanjutkan membaca surat keputusan walikota tentang pembentukan Sekber (seketariat bersama) pengembalian fungsi dan peruntukan kawasan hutan lindung Keumuneng Kota Langsa.

Ditempat yang sama Camat Langsa Baroe Drs.Zulhadisyah, dalam sambutan pembukaan acara tersebut mengatakan, “kegiatan ini merupakan kegiatan yang terpenting dalam menjaga kelestarian hutan, jika hutan rusak harus diperbaiki agar hutan tetap bisa bermamfa’at terutama untuk kelangsungan hidup hewan yang ada didalamnya dan juga kita.

Lebih lanjut Zulhadisyah menambahkan, peran masyarakat sangat diharapkan dalam menjaga lingkunga, “mari sama-sama kita jaga alam ini jangan sampai rusak, dengan demikian apa yang kita cita-citakan dan harapkan untuk mewujudkan hutan lestari hal tersebut akan terlaksana sebagaimana yang kita inginkan, papar Zulhadisyah.

Dirinya berharap para geuchik dan perangkat desa yang berhadir setelah selesai mengikuti acara sosialisasi ini, nantinya dapat menginformasikan kembali kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga dan merawat hutan, harapnya.

Masih ditempat yang sama, Hendra Rossi dari Sat Tipiter Polres Langsa dalam materinya membahas tentang, “pengelolaan kawasan hutan yang berpotensi melanggar hukum”. Menurutnya masyarakat harus teliti dalam hal kepemilikan lahan, artinya jangan sampai lahan yang dimiliki atau dikelola oleh masyarakat masuk dalam kawasan hutan yang dilindungi yang berpotensi melanggar hukum.

Karenanya koordinasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait sebelum melakukan kegiatan mengolah lahan, hal itu penting dilakukan agar terhindar dari pelanggaran hukum dan tidak ada alasan bagi masyarakat mengtakan saya tidak tahu, salah tetap salah dan hukum harus ditegakkan, urai Rossi dalam materinya.

Narasumber ke empat ibu Laila dari Walhi Aceh membahas tentang Aspek Hukum terkait tata kelola hutan lindung. Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyanggah kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, dan lainya. Selain itu Dirinya juga membahas apa yang dimaksud Tanah Objek Reforma Agraria (Tora), dan Perhutanan Sosial (PS) serta bagaimana cara mengusulkannya.

Selanjutnya Azhar dari WWF indonesia Northern Sumatra Program dalam materinya membahas upaya menyelamatkan Satwaliar dikawasan hutang lingdung, menurutnya semua spices satwa liar yang dilindungi populasinya terbesar di Aceh. Masyarakat Kota Langsa harus bangga mempunyai hutan Keumuning yang didalamnya ada berbagai hewan yang dilindungi seperti Orang utan Sumatera (Pongo abeliii), Macan Dahan (Neofelis diardi) Landak dan masih banyak spesies lainnya.

Ia juga membahas masalah fungsi satwa liar dikawasan hutan yaitu membantu menyuburkan tanah, penyebaran biji/benih melalui kotorannya, mempercepat perkecambahan, memberikan pupuk alamiah. Sedangkan Peran Satwa liar berpengaruh terhadap tanah dan vegetasi dan memegang peran kunci dalam penyebaran, pertumbuhan tanaman, sebutnya.

Kegiatan ini merupakan program SRJS (shared Resources, Joint Solutions) bekerja sama dengan WWF Indonesia, FDKP (Forum Das Krueng Peusangan),  Balai Syura Ureung Inong Aceh (BSUIA/Balai Syura), serta organisasi terkait lainnya, acara ini dibuka dan ditutup secara resmi oleh Camat Langsa Baroe Zulhadisyah, demikian. [zonamedia.co]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*