Home » Koridor Habitat Satwa » Aktor Chicco Jerikho Dukung Konservasi Gajah di Aceh

Aktor Chicco Jerikho Dukung Konservasi Gajah di Aceh

Acehinsight.com, Aceh – Aktor Chicco Jerikho yang juga “WWF Warrior” melakukan kunjungan ke desa-desa yang berkonflik dengan gajah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan dan ke CRU Sampoinet Aceh Jaya sebagai bentuk dukungannya untuk konservasi gajah dan habitatnya di Aceh pada 15-18 Januari 2019.

Chicco Jerikho memberikan perhatiannya kepada gajah di Aceh setelah dia berkunjung ke Aceh pertama kalinya pada 2017 saat dia membuat film pendek berjudul “Berbagi Ruang”. Sepulang dari Aceh, Chicco Jerikho melakukan penggalangan dana  dalam kampanye “Elephantastic Run” dengan berlari di London Maraton pada April 2018 untuk menggalang dana untuk gajah. Dana ini dipakai untuk menanam pakan gajah liar, menanam tanaman penghalang untuk membatasi pergerakan gajah di koridornya serta akan membantu pakan gajah jinak di CRU DAS Peusangan.

“Saya memberikan perhatian terhadap masalah konflik gajah dan manusia melalui aksi kecil saya. Saya berterima kasih kepada warga Indonesia yang telah ikut berlari bersama saya dan ikut dalam penggalangan dana melalui Elephantastic Run,” kata Chicco saat mengakhiri kunjungannya di Pintu Rime Gayo.

Dalam kunjungannya ke Desa Arul Gading, Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah, Chicco bersama masyarakat melakukan kegiatan penanaman pakan untuk gajah liar di lembah sungai Peusangan yang merupakan jalur pergerakan gajah liar. Upaya penanaman pakan untuk gajah liar dilakukan untuk memastikan gajah tetap berada di jalur jelajahnya dan tidak mengganggu kebun masyarakat.

Melalui aksinya Chicco akan melanjutkan kegiatan penanaman pakan gajah dan menanam tanaman penghalang bersama kelompok masyarakat di desa Arul Gading , Pante Peusangan dan Karang Ampar yang ada di DAS Peusangan. Hingga saat ini sudah dilakukan penanaman pakan seluas 8 hektar dan akan dilanjutkan penanaman seluas 10 hektar.

“Hasil pemantauan kami dari hasil penanaman pakan gajah di jalur pergerakannya cukup efektif untuk menahan pergerakan gajah lebih lama di suatu lokasi sehingga rute pergerakan gajah dapat lebih dikontrol. Namun untuk hasil yang lebih efektif kita membutuhkan intervensi penanaman pakan yang lebih luas,” kata Manager WWF Indonesia Lansekap Sumatera bagian Utara.

Dalam rangkaian kunjungannya yang juga diliput oleh program Jejak Petualang Weekend Trans 7, Chicco Jerikho berkunjung ke desa Pante Peusangan, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen dimana ia diajak masyarakat untuk ikut serta dalam penggiringan gajah liar yang memasuki pemukiman warga. Sementara di Desa Karang Ampar dan Bergang di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Chicco mengunjungi kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat seperti pengolahan jernang, sereh wangi dan panen durian. Chicco juga berkesempatan menjajal serunya rafting di sungai Peusangan bersama tim CRU Peusangan dan kelompok arung jeram dari Bener Meriah.

Di CRU Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya, Chicco bertemu dengan mahout dan ikut melakukan perawatan untuk gajah jinak yang ada disana. “Pihak CRU Sampoiniet sangat mengapresiasi kedatangan Chicco Jerikho ini.

Kunjungan seperti ini bisa menambah semangat kawan – kawan di CRU Sampoiniet dan turut mengkampanyekan CRU ke level nasional.” jelas Samsul Rizal kepala CRU Sampoiniet Aceh Jaya.

Chicco Jerikho telah berkolaborasi dengan WWF-Indonesia sejak 2016 untuk mengkampanyekan penyelamatan gajah sumatera. Chicco sejak kecil telah peduli pada gajah karena ibunya kerap mendongeng tentang gajah.

Chicco berharap agar populasi gajah semakin bertambah di Aceh dimana Aceh merupakan populasi terbesar di Sumatera. “Aceh adalah tumpuan dan harapan konservasi gajah di Indonesia, kita selamatkan gajah, kita selamatkan habitat gajah di Aceh,” ungkap Chicco..

Harapan Chicco yang utama adalah agar manusia dan gajah bisa hidup berdampingan secara harmonis, melalui konsep berbagi ruang. Dengan memberikan hutan yang layak ditinggali dan makanan yang cukup, diharapkan gajah pun tidak akan lagi memasuki kawasan perkampungan manusia. Kelestarian hutan pun bisa terjaga oleh sang arsitek hutan, gajah.

Selain mengunjungi dan memberi semangat teman-teman CRU, Chicco hadir di Aceh untuk membantu penanaman tanaman yang berfungsi sebagai pagar penghalang gajah masuk perkampungan, sereh wangi. Kegiatan ini adalah bentuk sumbangsih Chicco beserta sekitar seribu pelari dalam kampanye Elephantastic Run di bulan April 2018 lalu. Harapannya dengan adanya bantuan penanaman sereh wangi di kawasan yang sering mengalami persinggungan dengan gajah, tidak hanya bisa menjadi batas area gajah dan manusia, tapi juga bisa menambah penghasilan masyarakat sekitar dari budidaya sereh wangi ini. [Chik Rini dan Azhar]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*