Pertemuan Nasional untuk Pengarusutamaan Gender dan inklusi sosial di Lanskap Aceh, Kalimantan dan Papua - Aceh Landscape
Templates by BIGtheme NET
Home » Program » Pertemuan Nasional untuk Pengarusutamaan Gender dan inklusi sosial di Lanskap Aceh, Kalimantan dan Papua

Pertemuan Nasional untuk Pengarusutamaan Gender dan inklusi sosial di Lanskap Aceh, Kalimantan dan Papua

Acehlandscape.com, Jakarta – Balai Syura mengadakan pertemuan nasional mitra Shource Reserch Join Solution(SRJS) Untuk Integrasi pengarusutamaan Gender dan Inklusi sosial yang berada di Lanskap Aceh, Kalimantan dan Papua. Beberapa lembaga yang terlibat yaitu Sawit Watch Bogor, Walhi Jakarta, Forum Das Krueng Peusangan, YADUPA, Walhi Kalimantan Timur, WWF Aceh dan WWF Nasional. Pertemuan dilakukan selama dua hari pada 15 hingga16 Februari 2019 di Oria Hotel, Jakarta.

Kegiatan ini dilakukan untuk menindak lanjuti dan memetakan apa yang sudah dilakukan ditiga lanskap ini. Sekaligus juga menginformasikan dan meminta masukan untuk pedoman daftar periksa gender dan inklusi (Gesi) pada program SRJS.

Suraiya Kamaruzzaman sebagai presidium Baai Syura mengatakan bahwa “kita bersiap untuk Mendevelop modul pengelolaan Sumber Daya Alama Berbasis gender dan inklusi sosial. Dan modul itu bisa direview oleh NGO lingkungan di aceh. Semoga kedepannya bisa di adopsi ke daerah lain seluruh indonesia. Dan harapan kedepan ini bisa menjadi isu nasional. Untuk membantu itu semua, kami membuat daftar periksa untuk gender. Memastikan Kelompok rentan, kelompok difabel dan kelompok lain untuk dapat mengakses program”

Awal kegiatan dilakukan dengan masing-masing lanskap menjabarkan hal yang sudah dijalankan, pemetaan capaian, faktor pendukung, faktor penghambat untuk integrasi pengarusutamaan gender dan inkusi sosial (PUG) dalam menjalankan program.

Tantangan terbesar adalah budaya patriarki yang masih sangat kuat di masyarakat pada umumya. Tingginya alienasi perempuan pada ranah domestik sehingga hak-haknya terabaikan, pemerintah yang hanya menganggap PUG hal yang tidak penting, dan juga tingginya dominasi tokoh adat laki-laki di masyarakat sehingga perempuan tidak punya akses untuk pengambilan keputusan. Sebagian mitrapun masih bias dalam memahami gesi. Satu sisi konsep gesi diterima, namun hanya sebatas perempuan yang membicarakan hal itu, sedangkan laki-laki hanya berbicara isu besar pada umunya tanpa melihat adanya kelompok-kelompok rentan didalam masyakat. Hal ini diungkapkan oleh beberapa peserta yang hadir dalam pertemuan.

Besarnya tantangan yang dihadapi, juga diimbangi dengan keberhasilan besar yang telah dicapai. Sebagian lembaga telah menjadi lebih lebih responsif, hal ini dibuktikan dengan pelibatan serta penyediaan fasilitas pendukung untuk perempuan yang membutuhkan dan juga kelompok rentan, ahirnya perempuan-perempuan yang vokal dikumunitas, Saat ini sudah timbul sikap positif dalam jaringan mitra dan juga banyak orang untuk mengintegrasikan serta mempromosikan gender dan inklusi sosial dalam Mendorong transparansi, akuntabilitas dan reformasi kebijakan juga mekanisme perlindungan pengeolaan sumber daya agar menjadi lebih responsif. Kolaborasi yang membaik antara LSM lingkungan dan perempuan, Saat ini lanskap kalimantan sedang menelaah dokumen APBD untuk memonitoing isu PUG.

Dwi Rubiyanti selaku fasilitator yang saat ini memegang jabatan sebagai Direktur Aman Indonesia mengatakan “sebagai Realitas dalam konteks pengelolaan sumber daya alam antara laki-laki dengan perempuan itu berbeda. Yang bermasalah bila mereka dipermasalahan dan didiskriminasi. Masih berlaku ideologi yang menghasilkan ekonomi banyak, maka dialah yang punya otoritas dan power. Sehingga dari konteks itu perempuan jarang sekali dalam dilibatkan dalam proses-proses pengambilan keputusan apalagi yang formal dalam konteks pengelolaan sumber daya.

Diakhir pertemuan Peserta yang hadir juga diminta mengkritisi pedoman dan daftar periksa gender dan inklusi yang akan digunakan untuk pedoman untuk pengarusutamaan gender dan inklusi baik di lembaga maupun dalam perencanaan dan pelaksanaan program SRJS. (Ani Darliani, Dara Hilda, Suraiya/ Balai Syura)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*