Home » Activity » Forum DAS Krueng Peusangan Ajak Masyarakat Jaga Daerah Aliran Sungai

Forum DAS Krueng Peusangan Ajak Masyarakat Jaga Daerah Aliran Sungai

Diskusi dan sosialisasi dampak pencemaran air dan pengelolaan DAS secara terpadu dan berkelanjutan di Kantor Kecamatan Samalanga, Bireuen, Kamis (4/04/2019). (IST/FDKP)

Acehlandscape.com, Bireuen – Dalam rangka mengajak masyarakat untuk peduli terhadap pengelolaan daerah aliran sungai, Forum DAS Krueng Peusangan mengadakan diskusi dan sosialisasi dampak pencemaran air dan pengelolaan DAS secara terpadu dan berkelanjutan di Kantor Kecamatan Samalanga, Bireuen, Kamis (4/04/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, dr. Amir Addani M. Kes, mengatakan ada banyak sumber pencemaran air yang terjadi saat ini, seperti limbah rumah tangga, kotoran manusia, limbah pertanian, sampah yang dibuang sembarangan, hingga pengundulan hutan.

“Untuk pencemaran sungai di Samalanga, yang ditemukan adalah masih ada masyarakat yang menggunakan sungai Batee Iliek sebagai WC, membuang popok bayi, pipa limbah rumah tangga, sampah plastik dari pedagang dan penggunaan pestisida oleh para petani,” papar dr. Amir.

Diskusi dan sosialisasi dampak pencemaran air dan pengelolaan DAS secara terpadu dan berkelanjutan di Kantor Kecamatan Samalanga, Bireuen, Kamis (4/04/2019). (IST/FDKP)

Melalui penelitian yang dilakukan Dosen Institut Agama Islam Al-Azizyah, Dr. Tgk. Muhammad Aminullah, MA tentang Alamtology Water Treatment System (AWTS) dikatakan bisa menjadi sebuah solusi dalam mencegah pencemaran sungai.

“Air adalah amanah yang harus digunakan susuai tempatnya. Dengan memahami makna Allah SWT menciptakan air bagi manusia, maka kita bisa menjaga sumber air dimulai dari diri sendiri,” papar Peneliti ICNS Alamtologi Kuala Lumpur ini.

Menutup diskusi ini, Ketua Forum DAS Kreung Peusangan (FDKP), Suhaimi Hamid, juga mengajak aparatur dan pendamping desa untuk terlibat menjaga Krueng Batee Iliek.

“Kita sudah memiliki qanun pengelolaan DAS. Untuk itu kita perlu meningkatkan sosialisasinya dan menerapkan di gamping masing-masing,” harap Suhami Hamid. [Lia/FDKP]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*