Home » Koridor Habitat Satwa » Delapan Mukim Menyusun Rencana Tindak Lanjut Implementasi Kesepakatan Adat

Delapan Mukim Menyusun Rencana Tindak Lanjut Implementasi Kesepakatan Adat

Acehlandscape.com, Bireuen – Dalam rangka mengimplementasikan Kesepakatan Adat Pengelolaan Kawasan Lintasan Satwa Liar, 8 Imum Mukim yang ada di Aceh Tengah, Bener Meriah dan Bireuen kembali menyusun rencana tindak lanjut. Adapun mukim tersebut adalah Mukim Ketol di Aceh Tengah, Mukim Datu Derakal, Mukim Tugu RRI di Bener Meriah, Mukim Krueng, Mukim Juli Selatan, Mukim Blang Birah Mukim Bate Kureng, Mukim Kuta Jeumpa di Bireuen, Bireuen (14/6).

“Kesepakatan yang telah ditanda tangani pada bulan Agustus 2018 lalu kita harapkan mampu diterapkan di masing-masing mukim. Aturan adat ini dapat mengikat bagi seluruh masyarakat dan semua pihak termasuk perusahaan yang beraktivitas di dalam kemukiman tersebut dalam pengelolaan koridor satwa. FDKP juga akan mempromosikan mukim yang pelaksanaannya berjalan dengan baik” papar Ketua Forum DAS Peusangan Suhaimi Hamid.

Dalam diskusi ini, para imum mukim setuju untuk melaksanakan kegiatan sebagai langkah awal implementasi sesuai aturan yang telah tertulis dalam kesepakatan adat, seperti pembuatan barier alami dan pembentukan majelis adat mukim.

“Mulai Juli 2019 ini, kita akan sama-sama melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Setiap mukim juga akan dibantu fasilitator dalam penerapan kegiatannya. Sehingga kita harapkan di akhir tahun 2019, kedelapan mukim sudah menjalankan aturan adat ini,” papar Abdul Halim, Field Officer FDKP. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*